

Sekilas HiAce Commuter dan HiAce Premio memang terlihat seperti dua kendaraan kembaran, sama sama van Toyota berkabin panjang yang sering dipakai untuk travel, shuttle, dan rombongan. Tapi begitu kamu lihat lebih dekat atau coba duduk di dalamnya, perbedaannya cukup jauh dan bukan sekadar soal tampilan.
Kalau kamu sedang menimbang mau pakai yang mana, baik untuk dibeli maupun disewa, berikut lima perbedaan paling spesifik antara keduanya. Semua angka mengacu pada spesifikasi yang beredar di pasar Indonesia.
Daftar Isi
ToggleIni perbedaan yang paling cepat terasa. HiAce Commuter dibuat untuk mengangkut sebanyak mungkin orang, konfigurasinya bisa sampai 16 kursi. Sementara HiAce Premio sengaja dibuat lebih longgar dengan jumlah kursi sekitar 10 sampai 12 penumpang.
Selisih empat sampai enam kursi itu bukan sekadar angka. Pada Premio, ruang yang tidak dipakai kursi dialihkan jadi legroom dan bagasi yang lebih lega, jadi koper rombongan lebih mudah masuk. Pada Commuter, kabin lebih padat tapi setiap kursi terpakai, itulah kenapa banyak pengusaha travel memilih tipe ini.
Commuter memakai mesin diesel 1KD-FTV berkapasitas sekitar 3.000 cc dengan tenaga 134 PS dan torsi 300 Nm. Premio memakai mesin generasi lebih baru, 1GD-FTV 2.755 cc dengan turbo VNT dan intercooler, yang menghasilkan tenaga sekitar 177 PS dan torsi 420 Nm.
Meski kapasitas mesinnya justru lebih kecil, tenaga Premio lebih tinggi sekitar 40 PS. Dampaknya paling terasa saat menanjak atau membawa kabin penuh, misalnya di jalur Puncak atau tanjakan tol luar kota. Mesin Premio juga lebih senyap karena peredaman kabinnya lebih baik.
Perbedaan ini sering luput padahal dampaknya besar ke kenyamanan. Pada Commuter, mesin diletakkan di bawah jok penumpang depan sehingga bagian depan kendaraan rata seperti kotak. Pada Premio, mesin berada di depan dengan hidung memanjang atau semi bonnet.
Konsekuensinya, kabin Commuter terasa lebih panas dan lebih bergetar di jok depan karena dekat dengan sumber mesin. Premio lebih adem dan lebih tenang, ditambah ada ruang kerut di bagian depan sehingga dianggap lebih aman saat benturan frontal. Dashboard Premio juga tampil lebih modern dengan nuansa dua warna, sedangkan Commuter terlihat lebih fungsional.
Premio lebih panjang dan lebih lebar, yaitu sekitar 5.915 mm kali 2.018 mm. Commuter lebih ramping di angka 5.380 mm kali 1.880 mm. Menariknya tinggi keduanya hampir sama, sekitar 2.28 meter, jadi kamu tetap bisa berdiri nyaman di dalam kabin kalau tinggi badan tidak ekstrem.
Ban juga beda kelas. Commuter memakai ban 195/80 R15 yang tebal dan lentur, sedangkan Premio memakai 235/65 R16 yang lebih lebar. Ban Premio memberi cengkeraman dan kestabilan lebih baik di kecepatan tinggi, sementara ban Commuter lebih murah saat waktunya diganti.
Untuk wilayah Jabodetabek, harga HiAce Commuter baru berada di kisaran Rp575 juta, sedangkan HiAce Premio sekitar Rp678 juta. Selisihnya mendekati Rp100 juta untuk satu unit.
Buat bisnis travel yang menghitung balik modal per kursi, Commuter jelas lebih masuk akal. Buat yang menjual kenyamanan seperti wisata keluarga, tamu korporat, atau layanan premium, selisih itu terbayar lewat kesan dan kenyamanan yang lebih baik.
| Aspek | HiAce Commuter | HiAce Premio |
| Kapasitas | Hingga 16 kursi | Sekitar 10 sampai 12 kursi |
| Mesin | 1KD-FTV 3.000 cc, 134 PS, 300 Nm | 1GD-FTV 2.755 cc, 177 PS, 420 Nm |
| Posisi mesin | Di bawah jok depan | Di depan (semi bonnet) |
| Dimensi (P x L x T) | 5.380 x 1.880 x 2.285 mm | 5.915 x 2.018 x 2.280 mm |
| Ukuran ban | 195/80 R15 | 235/65 R16 |
| Harga baru (OTR) | Kisaran Rp575 jutaan | Kisaran Rp678 jutaan |
Angka di tabel bisa sedikit berbeda tergantung tahun produksi, varian transmisi, dan konfigurasi karoseri, jadi tetap cek ulang ke dealer atau penyedia sebelum memutuskan.
Pilih HiAce Commuter kalau prioritasmu adalah kapasitas besar dan biaya yang efisien. Pilih HiAce Premio kalau kenyamanan, tenaga, dan kesan premium lebih penting dari jumlah kursi. Keduanya sama sama andal, tinggal sesuaikan dengan siapa yang akan duduk di dalamnya dan jarak perjalanan yang biasa ditempuh.
Kalau setelah membaca perbandingan di atas kamu merasa HiAce Premio lebih cocok untuk perjalananmu, kamu tidak harus membelinya. Rent Car Bravia menyediakan HiAce Premio untuk disewa di Jakarta, jadi kamu bisa menikmati kabin yang lega dan mesin bertenaga tanpa menanggung harga beli maupun biaya perawatannya.
Unit kami dirawat rutin dan dicek kondisinya sebelum diserahkan, mulai dari AC, mesin, sampai ban. Pilihan paketnya fleksibel, bisa lepas kunci, dengan sopir, atau all in yang sudah termasuk BBM. Untuk paket dengan sopir, pengemudi kami sudah terbiasa membawa rombongan dan hafal rute Jakarta maupun luar kota.
Harga sewanya mulai dari Rp1.300.000 per hari dan proses bookingnya cukup lewat WhatsApp. Kamu bisa lihat detail paket dan syaratnya di halaman sewa mobil HiAce Jakarta kami.